HAKIKAT ILMU KIMIA
- PENGERTIAN ILMU KIMIA
- PENGERTIAN MATERI DAN SIFAT-SIFATNYA
Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Materi tersusun atas partikel-partikel, antara partikel satu dengan yang lain terdapat jarak ∕ kerapatan. Contohnya: batu, kayu, nasi, udara, dan air
Berikut ini adalah sifat-sifat materi:
Ø Sifat Ekstensif: Sifat materi yang dapat tergantung pada jumlah dan ukuran zat. Misalnya: massa dan berat.
Ø Sifat Intensif: Sifat materi yang tidak tergantung pada jumlah dan ukuran zat. Misalnya: warna, bau, membeku, menguap, mencair, dan melarut.
1. Sifat Fisika: Sifat materi yang dapat diamati tanpa materi mengalami perubahan kekal, seperti warna, bau, rasa, kekerasan, titik didih, dan titik lelehSifat Intensif suatu materi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
2. Sifat Kimia: Sifat materi yang dapat diamati saat materi telah mengalami perubahan yang kekal, seperti perubahan warna, kestabilan, dan lain sebagainya.
STRUKTUR ATOM
- Sejarah Perkembangan Atom
1. DEMOCRITUS
1. DEMOCRITUS
Democritus berpendapat bahwa jika suatu benda dibelah terus menerus, maka pada saat tertentu akan didapat akan didapat bagian yang tidak dapat dibelah lagi. Bagian seperti ini oleh Democritus disebut atom Istilah atom berasal dari bahasa yunani “a” yang artinya tidak, sedangkan “tomos” yang artinya dibagi. Namun konsep atom yang dikemukakan oleh Demokritus tidak didukung oleh eksperimen yang tidak meyakinkan, sehingga tidak dapat diterima oleh beberapa ahli ilmu pengetahuan dan filsafat.
2.
JOHN DALTON
Pada tahun 1808, John Dalton
mengemukakan gagasannya tentang atom sebagai partikel penyusun materi, yang
digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.
TEORI ATOM DALTON
·
Materi terdiri atas partikel-partikel terkecil yang tidak
dapat dibagi lagi disebut sebagai atom dan digambarkan sebagai bola pejal yang
sangat kecil.
·
Atom-atom satu unsur sama dalam segala hal, tetapi beda dari
atom-atom unsur lain.
·
Atom-atom dapat bergabung satu sama lain secara kimia
membentuk molekul dengan perbandingan sederhana
3. J.J THOMSON
Pada tahun 1897 J.J Thomson menemukan adanya elektron dalam
suatu atom dengan melakukan percobaan tabung sinar katoda.
MODEL ATOM J.J THOMSON
Atom merupakan suatu bola yang bermuatan positif, dimana pada
tempat tertentu di dalam bola tersebut terdapat elektron yang bermuatan
negatif. Penggambarannya sama seperti kismis di dalam roti kismis. Jumlah
muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif sehingga atom bersifat netral.
4. RUTHERFORD
Berdasarkan eksperimen penembakan partikel alfa pada
lempeng emas tipis Rutherford menemukan bahwa seluruh muatan positif terletak
di pusat atom yang disebut inti atom.
Model
Atom Rutherford
Atom terdiri atas inti yang bermuatan positif dan
berada pada pusat atom, serta elektron bergerak melintasi inti.
5.
NIELS BOHR
Bohr
melakukan pengamatan pada spektrum atom hidrogen. Mengacu pada teori mekanika
kuantum milik Planck, Bohr memodifikasi teori atom Rutherford. Dari
percobaannya pada atom hidrogen, spektrum garis menunjukkan bahwa elektron
hanya beredar pada lintasan-lintasan dengan energi tertentu.
MODEL
ATOM BOHR
· ➤Atom terdiri atas inti yang bermuatan positif dan
disekitarnya beredar elektron yang bermuatan negatif
· ➤Dalam atom, elektron beredar mengelilingi inti atom dalam
lintasan tertentu yang stasioner yang disebut kulit atau orbit.
· ➤ Sepanjang elektron dalam lintasan stasioner energi akan
konstan, sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan.
· ➤ Elektron dapat berpindah dari kulit yang lebih rendah ke
kulit yang lebih tinggi dengan menyerap energi. Dan sebaliknya dapat berpindah
dari kulit yang tinggi ke rendah dengan pembebasan energi.
2.
MODEL ATOM MODERN
Ø Menurut de Broglie, cahaya
dapat berperilaku sebagai materi dan berperilaku sebagai gelombang (dikenal
dengan istilah dualisme gelombang partikel)
Ø Menurut Werner Heisenberg, tidak mungkin
menentukan kecepatan dan posisi elektron secara bersamaan, tetapi yang dapat
ditentukan hanyalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari
inti.
Ø Menurut Erwin Schrodinger
mengajukan teori yang disebut teori atom mekanika kuantum ”Kedudukan elektron
dalam atom tidak dapat ditentukan dengan pasti yang dapat ditentukan adalah
kemungkinan menemukna elektron sebagai fungsi jarak dari inti atom”.
Referensi :
- http://kimia.fmipa.unpatti.ac.id/wp-content/uploads/2017/11/Kimia-Dasar-I_-Perkembangn-Teori-Atom-.pdf









